WETALK: Workshop Design Product dan Marketing

WETALK adalah rangkaian kegiatan seputar bisnis berupa konten poster Instagram, talkshow, dan workshop. WETALK merupakan salah satu program kerja dari bidang Kewirausahaan Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia 2020 (IMTI FTUI 2020).

Bidang Kewirausahaan IMTI FTUI 2020 menyelenggarakan Workshop Design Product dan Marketing pada Senin (27/07/2020) via Zoom untuk meningkatkan soft skills dan kesadaran jiwa entrepreneurship sebagai mahasiswa Teknik Industri. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan mengundang dua narasumber yaitu, Amru Febifauzan sebagai Graphic Designer of Public Culture (KMI) dan Haryo Prabowo sebagai CMO of Bend Studios. 

Haryo Prabowo membuka kegiatan dengan menjelaskan product design dan marketing research dari Bend Studios. Beliau menjelaskan bahwa product design adalah sebuah langkah penelitian yang melibatkan pasar dan target audiens untuk mengetahui opportunities dan workflow dari sebuah brand. Setelah melaksanakan penelitian tersebut, ada beberapa tes yang dapat membantu penjual untuk menyempurnakan brand, yaitu Alpha dan Beta test. Alpha test adalah control atau sample test yang diberikan kepada target pasar brand untuk menguji nilai produk dengan bantuan umpan balik yang diberikan. Sedangkan, Beta test adalah sebuah launch yang menguji Alpha test agar tidak ada kesalahan kedepannya. 

Haryo Prabowo menambahkan bahwa setelah melakukan product design, langkah selanjutnya adalah marketing. Menurut beliau, marketing tidak mempunyai formula pasti karena akan berkembang sesuai kondisi pasar. Peran marketing adalah menghubungkan brand dengan konsumen secara fisik dan digital. Secara umum, ada 4 contoh digital marketing seperti affiliate, content, social media, dan search engine marketing

Menurut Haryo Prabowo terdapat 7 langkah marketing yang dapat membantu brand untuk berkembang. Pertama, menyusun strategi yang melibatkan tujuan, research, dan kalender workflow dari suatu brand. Kedua, menarik perhatian audiens agar mereka mengetahui produk, service, dan pesan dari konten brand. Ketiga, melakukan engagement dan membuat audiens terkesan, salah satunya dengan metode endorsement. Keempat, menimbulkan emotional connection antara konsumen dengan brand agar meyakinkan konsumen untuk membeli. Kelima, mengarahkan konsumen untuk membeli produk melalui layanan yang sudah disediakan. Keenam, memastikan konsumen setia pada brand, seperti memberi membership atau diskon harga. Terakhir, membaca statistik dan perkembangan untuk memastikan langkah yang diambil berhasil.

Selanjutnya, Amru Febifauzan mangajak peserta workshop untuk berpikir bagaimana cara untuk membuat suatu product. Sebelum memulai langkah tersebut, beliau menyarankan untuk mencari mood yang bagus dengan mendengarkan lagu, menonton film, atau melakukan hobi. Setelah itu, langkah yang dapat dilakukan adalah brainstorming ide untuk tema produk dan mencari referensi melalui internet (Instagram, Pinterst, dan majalah). Selanjutnya, ide dan referensi yang dikumpulkan dapat disatukan dalam bentuk mood boardmind map yang didalamnya mencantum warna, fonts, dan style yang diinginkan. Lalu mood board yang telah dibuat dijadikan sketsa untuk menghasilkan final graphic product. Setelah menghasilkan desain final, hasilnya dapat dikirimkan kepada production team dan menunggu proses quality control.

Selain terdapat penjelasan mengenai product design dan marketing, terdapat tutorial live penggunaan Adobe Illustrator dan Photoshop oleh Amru Febifauzan dan Business cases oleh Haryo Prabowo. Amru Febifauzan memberikan trik dasar dalam mewarnai desain dan pemindahan desain final ke mockup t-shirt pada Adobe Illustrator dan Photoshop. 

Workshop ditutup dengan saran oleh Haryo Prabowo untuk brand. Pertama, know your brand dengan mengetahui tipe brand seperti apa dan untuk siapa. Kedua, be more dengan menjadi berbeda dan jangan menjadi suatu hal yang umum atau biasa saja. Ketiga, have a plan. Keempat, know what is happening dengan mengetahui trend dan tetap mempunyai pendirian diri. Terakhir, networking. Beliau berpesan bahwa, “Whether successful or not, keep moving on and improve.” yang berarti kita harus tetap bergerak maju dan memperbaiki usaha yang telah dilakukan tanpa melihat usaha tersebut berhasil ataupun tidak.

 

Pewarta: Audrey Novariza (Teknik Industri 2019, Badan Pengurus Hubungan Masyarakat IMTI 2020), Sarah Malemta (Teknik Industri 2019, Badan Pengurus Hubungan Masyarakat IMTI 2020)

Penyunting: Fariz Muhammad Putra Fajar (Teknik Industri 2019, Badan Pengurus Hubungan Masyarakat IMTI 2020)

Dokumentasi: Kewirausahaan IMTI 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top